PELARANGAN PELIPUTAN PERS

By on April 14, 2010. Posted in .

Kejadian pelarangan seperti ini sudah sering terjadi dalam bentuk yang halus maupun terang-terangan secara kasar. Walaupun bentuknya pelarangan secara halus itu sudah bentuk pelanggaran terhadap hak pers atau media untuk melakukan peliputan atau pengambilan berita dan informasi. Pelarangan pelibutan ini juga mengakibatkan jurnalis atau media menjadi tidak bisa melaksanakan tugasnya menyampaikan berita atau informasi yang benar kepada public.

Secara khusus dalam UU Pers No: 40 tahun 1999, dalam Pasal 2 menyatakan bahwa Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Semangat kemerdekaan pers itu oleh UU Pers pada Pasal 3 (1) memberikan Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Selanjutnya UU Pers ini dalam pasal 4 (3) mengatur perlindungan tersebut dan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Perlindungan kemerdekaan per situ menurut UU pers ini sebagai alat tugas dan kewajiban Pers atau jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya sebagaimana diatur dalam Pasal 5 (1) yang mengatakan bahwa Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Bentuk penegasan terhadap kerja jurnalistik pers itu juga secara tegas diatur oleh UU Pers ini dalam pasal 18 (1), menegaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Sudah jelas sekali dan terang benderang bahwa pelarangan peliputan itu adalah sebuah pelanggaran dan kejahatan terhadap hak atas kemerdekaan pers atau kerja-kerja jurnalistik. Pelarangan ini menjadi sangat serius dan pelanggaran hak asasi karena dalam kasus ini hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar juga dihambat atau dilanggar. Atas kepentingan hak atas informasi yang benar inilah makanya perlu adanya perlindungan dan penegakkan kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalis. Kesadaran ini akan pentingnya kemerdekaan pers ini haruslah menjadi kesadaran media, jurnalis dan masyarakat publik, Organisasi Media, Organisasi Jurnalis serta terutama apparatus Negara juga apparatus kemanan atau hukum.

Seharusnya tanpa adanya laporan atas kejadian pelarangan peliputan terhadap jurnalis MetroTV dalam kasus penangkapan Komjen Susnoduaji, aparat keamanan sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang melanggar sebagaimana terlihat dalam peliputan kasus ini. Begitu pula masyarakat, media, jurnalis, Organisasi Media, Organisasi Jurnalis dan Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia serta Komnas HAM bisa menggugat Kapolri RI karena telah gagal membina anggota untuk taau pada hukum yakni UU Pers. Masih maraknya pelanggaran terhadap UU Pers No: 40 tahun 1999 itu menunjukkan pada kita betapa memang kemerdekaan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang belum dilindungi oleh negara dan pemerintah Indonesia juga publiknya.

Gugatan atau setidaknya nota protes keras perlu dilakukan kepada Kapolri atau institusi kepolisian Republik Indonesia sebagai alat penegakan hukum agar tidak terus menerus melanggar UU Pers. Tercatat dalam beberapa tahun ini setidaknya selama 10 tahun, institusi kepolisian Republik Indonesia adalah salah satu institusi yang aparatnya sering melakukan pelanggaran terhadap UU Pers dalam bentuk pelarangan dan kriminalisasi terhadap Pers Nasional serta jurnalis. Kekerasan terhadap jurnalis atau media massa adalah kekerasan dan melukai kemerdekaan pers dan kejahatan kemanusiaan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar.

{xtypo_sticky}Jakarta, 13 April 2010
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta)
Advokat Publik bagi Warga Miskin di Jakarta
azastigor@yahoo.com
Kontak: 08159977041 {/xtypo_sticky}

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.