Pembangunan Menara BTS Acuhkan Dampak Sosial

By on March 15, 2012. Posted in .

Arie K Suhardiadi warga Jl Bunga Mayang 3 RT 002/01, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang rumahnya berdekatan dengan menara BTS menuturkan, selama hampir 10 tahun menara tersebut berdiri, telah menimbulkan gangguan sinyal pada perangkat elektroniknya dan warga sekitar. “Itu mengganggu sinyal radio, televisi, dan ponsel. Apalagi kalau sedang rusak, gensetnya sangat bising dan mengganggu,” keluhnya, Selasa (6/3).

Lebih parah lagi, di Jl Pekayon I RT 10/03, Ragunan, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Di wilayah tersebut, masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah, harus terganggu karena adanya pembangunan menara BTS di atapnya. “Masjid seharusnya untuk shalat agar bisa khusyuk, tapi kok malah ada menara BTS di atasnya? Apalagi pas pengerjaan sekarang sering ada suara-suara yang mengganggu saat ibadah,” sesal Junaidi, warga setempat.

Meskipun banyak warga keberatan dengan menara BTS di sekitar pemukiman, namun Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi (Kasie Postel) Sudin Kominfomas Jakarta Selatan Kristianto, mengatakan menara BTS yang saat ini berdiri terutama di Jakarta Selatan aman. “Sebelum berdiri ada perizinan dari tata ruang, amdal, dan kita sendiri memeriksa proses teknis BTS itu,” ucapnya.

Menurut Kristianto, radiasi yang dikeluarkan oleh BTS di atas 50 meter sangat kecil terhadap masyarakat sekitar. Dengan melakukan perhitungan frekuensi besar seperti 1.800 MHz saja, pada jarak 1 meter jalur pita pancar utama, hanya menghasilkan total daya radiasi sebesar 9,5 watt permeter persegi. Begitu pun pada jarak 12 meter akan semakin mengecil dengan total radiasi sebesar 0,55 watt permeter persegi.

“Jadi kalau tower di atas 50 meter paling radiasinya tidak lebih dari 0,02 watt permeter persegi. Ini sangat aman sekali, karena level batas radiasi yang diperbolehkan menurut standar WHO saja, masing-masing 4,5 watt permeter persegi untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 watt permeter persegi untuk 1.800 MHz,” tambah Kristianto.

Kristianto menambahkan, saat ini Dirjen Postel Kementerian Kominfo juga telah memberlakukan aturan baru. Melalui Keputusan Dirjen Postel No 1920/DJPT.4/KOMINFO/11/2005 yang dikeluarkan pada 21 November 2005 tentang penyesuaian pita alokasi frekuensi radio untuk TNI dan selular pada gelombang 438-470 MHz. “Ini akan jauh lebih kecil lagi radiasi, jadi amanlah baik untuk elektronik maupun kesehatan. Kecuali ada kebocoran radiasi yang disebabkan oleh kerusakan teknis dari perangkatnya, tapi kan kita terus melakukan pemeriksaan berkala,” terangnya.

Namun, ia mengaku tidak ada data pasti jumlah menara BTS yang berdiri di Jakarta Selatan. Sedangkan data yang dimiliki oleh Seksi Postel Sudin Kominfo Jakarta Selatan yang diberikan oleh Dinas Kominfomas DKI Jakarta, di wilayah Jakarta Selatan dari Juli 2007-Maret 2009 telah berdiri 198 menara BTS. “Angka itu yang terdata, banyak yang masih belum terdata. Kalau untuk data terbarunya belum ada,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.