Pembiusan upacara kemerdekaan

By on August 18, 2016. Posted in , .

Hari ini banyak WNI yang berteriak merdeka…. seolah kemerdekaan itu sebuah tujuan akhir. Padahal Bung Karno mengatakan secara tegas bahwa kemerdekaan itu adalah jembatan emas menuju ke kesejahteraan umum, Bonum Commune.

Ya sebuah kesejahteraan umum itulah yang menjadi tujuan utama bangsa ini seharusnya. Harusnya kesejahteraan umum itulah yang dirayakan semeriahnya dan sebesarnya.

Kesejahteraan umum inilah yang seharusnya dikejar dan diberikan pada bangsa ini, bukan sekedar peringatan upacara jor-joran peringatan hari kemerdekaan 17 Agustusan. Seharusnya yang dirayakan ditonjolkan secara jor-joran adalah pencapaian kesejahteraan umumnya. Pencapaian, apakah bangsa ini sudah benar sejahtera karena hidupnya sudah merdeka? Apakah bangsa ini sudah sejahtera, tidak ada penggusuran warganya miskin secara paksa dengan menggunakan pasukan tentara dan polisi? Apakah bangsa ini sudah sejahtera, dimana pemerintahnya tidak korupsi lagi? Apakah bangsa ini sudah sejahtera dapat menikmati hutannya dan lingkungan hidupnya secara baik? Apakah bangsa ini sudah sejahtera, dilindungi hak hidupnya dan tidak dieksekusi mati oleh pemerintahnya? Apakah bangsa ini sudah sejahtera, ibu-ibunya tidak ketakutan harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi tidak terbeli? Cita-cita kemerdekaan mencapai kesejahteraan umum jadi terlupakan oleh pertunjukkan upacara bendera, upacara kemerdekaan 17 Agustusan.

Ya apakah bangsa ini benar-benar sudah sejahtera dan bukan dibius oleh sebuah penampilan tontonan upacara kemerdekaan setiap tahun? Mengapa bukan kehidupan sejahtera bangsa ini yang dipertunjukkan pada umumnya? Mungkin malu tapi cara keji yang digunakan untuk menutupinya. Bangsa ini dibius oleh pertunjukan sinetron upacara kemerdekaan.

Semua kantor, sekolah dan lainnya diwajibkan upacara bendera, upacara kemerdekaan untuk dipertontonkan menutupi kegagalan. Tapi tidak diwajibkan untuk menunjukkan keberhasilan mewujudkan kesejahteraan umum, Bonum Commune bagi bangsa ini. Upacara bendera, upacara kemerdekaan jadi tujuan, membius bangsa yang belum juga sejahtera. Sekali lagi, camkan baik-baik yang dikatakan Bung Karno bahwa kemerdekaan itu hanya sebuah jembatan menuju kesejahteraan umum, Bonum Commune, tidak perlu dibesar-besarkan seperti pertunjukan sinetron. Kesejahteraan umum, Bonum Commune harus dijadikan tujuan hidup bangsa ini bukan sekedar upacara bendera, upacara 17 Agustusan setiap tahun.

(Astina, 17 Agustus 2016)

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.