Pemerintah Terlambat Evaluasi Peringatan Bergambar Rokok Berbahaya

By on September 19, 2016. Posted in .

dadadaJakarta, HanTer – Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) dan Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau (SAPTA) Indonesia memberikan teguran kepada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi dan memberlakukan gambar-gambar Peringatan Kesehatan yang baru dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau.
Karena sejak diberlakukannya PermenKes No. 28/2013 pada tanggal 1 April 2013  dan diimplentasikan pada 24 Juni 2014, jumlah perokok tak kunjung berkurang. Bahkan dengan mengacu pada data yang disajikan oleh Kementerian Perindustrian pada Bab II Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63/M-IND/PER/PER/8/2015 tentang Peta Jalan (Roadmap) Produksi Industri Hasil Tembakau Tahun 2015-2020), dinyatakan terdapat pertumbuhan produksi rokok pada kisaran 5% – 7,4% per tahun.
“Berarti gambar dan tulisan Peringatan Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau yang ada saat ini, belum efektif untuk menurunkan, apalagi menekan jumlah konsumsi rokok di Indonesia,” kata Ketua FAKTA, Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Minggu (18/9/2016).
Menurut Azas, tidak fektifnya gambar dan tulisan Peringatan Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau yang ada sekarang juga didukung oleh hasil Survei Nasional Penilaian Implementasi Peringatan Kesehatan Bergambar di Indonesia tahun 2015 yang dilakukan oleh Tobacco Control Support Centre (TCSC) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Berdasarkan hasil survey tersebut hanya 47,7 % yang berpikir untuk berhenti merokok.
Gambar Peringatan Kesehatan “Merokok membunuhmu” dan “ Merokok dekat anak berbahaya bagi mereka” dinilai memiliki nilai efektifitas yang paling rendah dibandingkan 3 Gambar Peringatan Kesehatan yang lainnya. Jika  melihat data-data diatas, maka sudah jelas bahwa tujuan utama pencantuman gambar dan tulisan Peringatan Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau untuk memberikan public education tidak tercapai.
Azas mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan tersebut adalah, pertama, Gambar Peringatan Kesehatan, masih menggunakan gambar yang kurang menunjukan bahaya merokok bagi kesehatan, seperti: Gambar Peringatan Kesehatan “Merokok membunuhmu” dan “ Merokok dekat anak berbahaya bagi mereka”
Kedua, masyarakat mulai “kebal” melihat gambar Peringatan Kesehatan yang sama tanpa adanya evaluasi/ pergantian gambar dan ketiga, seringkali gambar peringatan kesehatan tersebut ditutup oleh kertas cukai kemasannya.
Berdasarkan pada pasal 9 PermenKes No. 28/2013, dijelaskan bahwa: “jenis Peringatan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5) dievaluasi dan dapat dilakukan perubahan paling cepat 24 (dua puluh empat) bulan sekali.” oleh karena itu untuk memaksimalkan efektifitas peringatan bergambar, idealnya Peringatan Kesehatan Bergambar diganti setiap dua tahun sekali.
Kini sudah lebih dari 24 (Dua Puluh Empat) bulan sejak diberlakukannya PermenKes No. 28/2013, namun Gambar Peringatan Kesehatan yang digunakan masih belum ada perubahan. Oleh karenanya FAKTA melihat Kementrian Kesehatan belum mengambil langkah-langkah ke arah evaluasi dan perubahan tersebut.
Setiap hari yang ditunda terhadap upaya memberikan informasi publik, akan mengurangi daya efektifitas pencapaian nilai edukasi publik dan ini sangat membahayakan apalagi publik sekarang ini terus dibombardir dengan berbagai bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok melalui iklan televisi, media massa serta bentuk iklan dalam ruang dan luar ruang lainnya. Industri rokok ‘rajin’ dan konsisten mempengaruhi publik untuk mengkonsumsi rokoknya, tetapi pemerintah tidak konsisten mengedukasi publik tentang bahaya rokok.
“Kami memberikan teguran kepada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi dan memberlakukan gambar-gambar Peringatan Kesehatan yang baru,” tegasnya.

(Safari)

Sumber: http://www.harianterbit.com/m/nasional/read/2016/09/18/69081/0/25/Pemerintah-Terlambat-Evaluasi-Peringatan-Bergambar-Rokok-Berbahaya
Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.