Pemprov DKI Bangun Hunian Sementara di Kampung Akuarium

JAKARTA (Pos Kota ) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membangun shelter sebagai pemukiman sementara di Kampung Akuarium, Jakarta Utara.

Hunian sementara itu dibangun sebagai solusi bagi warga korban penertiban yang masih bertahan di lokasi.

Anies mengungkapkan, terdapat beberapa warga yang tetap bertahan hidup di sekitar lokasi hingga meninggal akibat tempat tinggal yang tidak layak.

“Shelter dulu, pemukiman sementara sampai kita membangun. Karena dalam satu setengah tahun sudah lebih 20 orang meninggal karena tidak ada tempat tinggal yang baik. Jadi kesehatan terganggu, konsekuensinya fatal,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (2/10/2017).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan penertiban kampung Akuarium untuk revitalisasi Kota Tua. Warga yang terkena dampak penetiban direlokasi ke rumah susun, namun sebagian warga tetap bertahan dengan hidup dibekas puing-puing bangunan.

Anies menambahkan shelter tersebut tidak akan bersifat permanen. Setidaknya 200 shelter akan dibangun dalam waktu dekat.

“Shelternya mudah-mudahan bisa cepat, ini lagi dihitung konstruksinya, ada sekitar 200 rumah. Jadi tujuanya bukan menjadikan yang permanen, ini temporer, sampai kita bangun. Kita ingin memang ada kampung akuarium kemudian Sunda kelapa ada garis wilayah di Jakarta,” tandas Anies. (ikbal/tri)

Print Friendly, PDF & Email