Penyandang Cacat Jadi Anggota Dewan Transportasi Jakarta

By on March 29, 2012. Posted in .

Anggota penyandang disabilitas ini diharapkan bisa memperjuangkan? pembangunan transportasi massal yang ramah terhadap penyandang? disabilitas.? Salah satu yang dilantik adalah Jaka Ahmad penyandang tuna netra dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang DKI Jakarta.

“Saya bertekad? dalam masa dua tahun menjadi anggota DTKJ, saya memperjuangkan transportasi massal yang menyediakan fasilitas untuk penyandang? disabilitas yang selama ini belum optimal disediakan oleh Pemprov DKI? Jakarta,” ujar Jaka usai dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di? Balaikota Jakarta, hari ini.

Pria kelahiran Jakarta, 27 Agustus 1976 sebagai anggota DTKJ memberikan warna baru bagi perjuangan DTKJ menciptakan transportasi massal yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasanya. Jaka mengaku dirinya berani mengajukan dirinya untuk masuk dalam proses seleksi anggota DTKJ periode 2012-2013, atas dorongan dari teman-temannya di DPW Pertuni DKI Jakarta.

Sebab, kata dia, sudah saatnya dalam tubuh DTKJ ada perwakilan dari warga Jakarta penyandang disabilitas sehingga mampu menyuarakan asipirasi dan harapan mereka.

?Mungkin karena saya sehari-hari selalu menggunakan angkutan umum untuk beraktivitas terutama busway, itu menjadi kelebihan tersendiri. Sehingga saya lolos seleksi dan dikukuhkan menjadi anggota DTKJ langsung oleh Gubernur DKI,? tambah Jaka.

Warga Rawamangun? menceritakan dia? menggunakan bus Transjakarta menuju Balaikota DKI. Dirinya menempuh perjalanan naik Transjakarta dari Halte? Matraman ke Harmoni, kemudian berganti Transjakarta ke arah Pulogadung.

?Saya tidak pernah kesulitan naik busway. Karena busnya selalu berhenti dan berjalan di tempat yang telah ditentukan. Untuk naik tangga menuju halte busway juga tidak bermasalah. Tetapi mungkin bagi teman-teman yang pakai kursi roda agak kesulitan,? ujarnya.

Sebagai anggota DTKJ, pria lulusan sarjana jurusan humas ini menegaskan telah dititipkan dua agenda penting dari Pertuni DKI Jakarta. Yakni, memberikan masukan, rekomendasi dan saran terhadap anggota DTKJ lainnya untuk lebih memperhatikan penyandang disabilitas dalam menggunakan angkutan umum di Jakarta.

?Saya ingin bisa proaktif memberikan saran untuk transportasi yang layak bagi warga Jakarta penyandang disabilitas. Karena menurut kami, transportasi massal di Jakarta masih jauh dalam mengakomodir kebutuhan penyandan disabilitasi,? tuturnya.

Seperti, dari segi faktor keamanan, seringkali menyulitkan penyandang disabilitasi. Misalnya, kereta api yang jaraknya terlalu cepat, pintu bus yang sulit ditutup dan tidak mengetahui rute bus yang akan dinaiki. Sehingga seringkali penyandang disabilitas selalu salah menaiki rute bus

?Angkutan umum yang layak dan ramah bagi penyandang disabilitasi sudah diterapkan di Australia, Jerman dan Inggris. Saya berharap bisa diterapkan di Jakarta. Paling tidak, saya menanamkan bibitnya, nanti biar teman-teman penyandang disabilitas di DTKJ periode mendatang yang menuainya,? imbuh pria lulusan dari Universitas Sahid itu.

Fauzi Bowo memberikan apresiasi tinggi kepada panitia seleksi anggota DTKJ yang meloloskan satu anggota DTKJ dari penyandang disabilitas.

Hal ini menunjukkan, Pemprov DKI memberikan peluang yang besar bagi penyandang disabilitas di Jakarta untuk bekerja dan melayani masyarakat Jakarta dimana hal ini sesuai dengan apa yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 10 Tahun 2011 tentang Penyandang Disabilitas.

?Saya yakin, terpilihnya Jaka sebagai anggota DTKJ tidak melihat keterbatasannya, melainkan melihat kelebihan yang dia miliki yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan transportasi massal yang ramah dan mengakomodir kebutuhan penyandang disabilitas,? tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.