Perbaikan Pengelolaan Parkir di Jakarta

By on August 20, 2010. Posted in .

Dalam upaya menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi terdapat beberapa cara atau kebijakanyang dapat dilakukan. Cara yang dapat dilakukan adalah memperbaiki pelayananangkutan umum yang ada dan mempersempit ruang penggunaan kendaraan bermotorpribadi. Jakarta sudah memiliki moda angkutan umum massal yang cukuprepresentatif dan sudah beroperasi secara baik, sehingga yang diperlukandilakukan juga adalah mengendalikan atau mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi ke tengah kota. Salah cara atau kebijakan dalam rangka menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi dapat dilakukan dengan menata ataumemfungsikan pengelolaan Parkir sebagai bagian dari sistem transportasi.

Parkir sebagai sebuahpendekatan penyelesaian memiliki dasar pemikiran yakni:

  • Sebagai alat penghasil pendapatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  • Sebagai alat bantu atau bagian dari Sistem Transportasi
  • Sebagai alat pelayanan publik


Setidaknya ada 3 hal peran atau fungsi dasar diatas yang menjadi alasan mengelola parkir di sebuah kota termasuk di Jakarta.Ketiga fungsi dasar tersebut pada perjalanannya akan saling mendukung sebagaisebuah proses berkelanjutan untuk kepentingan pengelolaan kota bersangkutan.Melihat makin beratnya kualitas kemacetan di Jakarta maka fungsi sebagai alatbantu sistem transportasi bisa dijadikan salah satu pilihan cara strategisdalam menyusun kebijakan penanganan masalah kemacetan. Pengalaman di beberapakota di negara lain menunjukkan bahwa pengelolaan parkir yang tepat akanmemberikan solusi dalam mengatasi kemacetan dengan menekan atau mengendalikanpenggunaan kendaraan bermotor pribadi.


parkir6


Menekan dan mengendalikankendaraan pribadi harus menjadi menjadi agenda penting yang harus dilakukankota Jakarta jika ingin memulai menyelesaikan masalah kemacetannya. Data dariPolda Metro Jaya menunjukkan bahwa prosentasi jumlah kendaraan pribadi Tahun 2008 sebesar 98,6%, melayani 44% Perjalanan. Sementara itu angkutan umum hanya1,4% harus melayani 56% perjalanan (diantaranya 3% dilayani KA/KRLJabodetabek). Data umlah kendaraan bermotor DKI Jakarta pada tahun 2009 telahmencapai ? 6,5 juta unit. Jumlah itu terdiri dari kendaraan pribadi sebanyak? 6,4 juta (98,6%)? unit dan angkutan umum : 88.477 (1.4%) unit. Adapunpopulasi kendaraan roda empat mencapai 3 juta unit di 2010 ini. Jumlah sepedamotor di Jakarta tercatat 8 juta unit hingga Mei 2010 sehingga nyaris melebihijumlah penduduk Jakarta yang mencapai 8.523.157 orang pada Febuari 2010. Langkah mengendalikanpengunaan kendaraan pribadi menjadi sangat penting harus segera dilakukanmengingat angka pertumbuhan rata-rata 5 tahun terakhir : ? 10% per tahun . Secara khusus sekarangini angka pertumbuhan kendaraan Mobil per hari ? 240 unit dan? Sepeda Motor per hari 890 unit.

Melarang masyarakat untukmembeli dan memiliki kendaraan pribadi adalah tidak bijak melanggar hakseseorang. Langkah bijak yang dapat dilakukan oleh kota Jakarta adalah denganmengendalikan pengunaan kendaraan bermotor pribadi. Cara pengendalian melaluipengelolaan parkir merupakan salah satu pilihan mudah. Begitu pula memperbaikipengelolaan parkir dapat? cepat digunakanuntuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Perbaikan dapatdiawali dengan melakukan penataan perparkiran di kota Jakarta untuk membantumengurangi kemacetan. Mengurangi dan membatasi ruang parkir bagi kendaraanbermotor pribadi di kota adalah sudah menjadi sebuah keharusan untukmemperbaiki persoalan mkemacetan Jakarta. Perbaikan pengelolaan parkir memangmudah tapi tetap diperlukan kemauan dan keberanian Pemerintah Provinsi Jakartauntuk memulainya. Menata dan memperbaiki pengelolaan perparkiran di Jakartasebagai alat bantu memecahkan masalah kemacetannya.

Berdasarkan pengalaman kotalain di dunia internasional menunjukkan bahwa perbaikan kebijakan mengelola parkiradalah langkah murah dan cepat yang bisa dilakukan untuk mengendalikanpenggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah DKI Jakarta telah melaksanakan studi danupaya-upaya untuk penerapan perbaikan pengelolaan perparkiran sejak tahun 1999yang ditandai dengan dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) No: 5 tahun 1999tentang Perparkiran. Seiring berjalannya waktu, Perda ini juga harus diperbaikidan disesuaikan dengan kepentingan penyelesaian masalah kemacetan danpenggunaan kendaraan pribadi di Jakarta.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKIJakarta berkeinginan menggunakan pendekatan perbaikan pengelolaan parkir diJakarta sebagai alat pengendalian penggunaan kendaraan pribadi. Upaya itu terlihat dengan wacana yang dimunculkan berupamasukan publik dari warga Jakarta guna penyusunan perbaikan kebijakan dalamPerda No: 5 Tahun? 1999 tentangPerparkiran di Jakarta. Penataan kebijakan ini juga dilihat akan memilikidampak positif bagi peningkatan pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelayananpublik khususnya di bidang trasnportasi di Jakarta. Mengupayakan pengelolaanparkir secara baik akan memiliki dampak positif ikutan lainnya dan sangatmembantu pemecahaan masalah transportasi lainnya. Terbatasnya dan mahal ruangparkir di kota akan dapat menumbuhkan dorongan warga memilih menggunakantransportasi publik atau angkutan umum yang ada.

Berpindahnya pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum inilah yang akan menjadi warna perubahankota Jakarta menjadi lebih baik dan ramah lingkungan serta memiliki nilaiekonomis bagi warganya. Sehingga menjadikan perbaikan pengelolaan parkir akanberdampak positif pada penyelesaian masalah terkait lainnya dalam masalahkemacetan di Jakarta.

{xtypo_sticky}Jakarta, 20 Agustus 2010
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta)
Advokat Publik bagi Warga Miskin di Jakarta
azastigor@yahoo.com
Kontak: 08159977041 {/xtypo_sticky}

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.