Perbaiki Tekhnologi dan Manajemen Layanan Transjakarta

By on August 8, 2014. Posted in , .

1621789_10154473756875331_5864345389897063895_n

Sehubungan dengan patahnya bus gandeng Transjakarta B 7308 IV pada sambungan gandengannya (Kamis, 7 Agustus 2014) di Jatinegara Jakarta Timur sangat memalukan dan membahayakan para penggunanya. Banyak pihak terutama wakil gubernur Ahok mengatakan bahwa patrahnya bus Transjakarta tersebut dikarenakan kondisi jalan raya di Jakarta yang bergelombang. Padahal jika mau jujur mengakui, masalahnya bukan soal bentuk atau kualitas  jalan di  Jakarta yang bergelombang. Masalah utamanya adalah pilihan tekhnologi dan manajemen layanannya yang tidak bagus.

Pilihan tekhnologi bus Transjakarta sekarang ini banyak buatan Cina atau lokal yang belum teruji benar kualitasnya. Sementara jika kita mau belajar dari kota-kota negara lain yang juga menggunakan sistem Busway, mereka dalam memilih tekhnologi atau armadanya benar-benar selektif dan  bagus. Seperti di Amerika atau Eropa dan Bogota Colombia armadanya tidak mudah rusak karena pilihan tekhnologinya lebih baik dari negara produsen armada yang sudah dikenal dan berpengalaman.

Begitu pula dengan bentuk jalan di kota-kota tersebut juga jauh lebih bergelombang bahkan berbukit jalan menanjak tetapi armadanya tidak mudah rusak apalagi sampai patah pada sambungannya. Kekuatan dan bagusnya tekhnologi itulah faktor utamanya serta kontrol perawatan yang ketat, bukan bentuk jalan yang sebabkan patahnya sambungan bus gandeng,

Begitu pula dengan manajemen layanan Transjakarta hingga saat ini  tidak memberikan kepastian rasa aman bagi penggunanya Transjakarta. Sementara sistem Busway di kota-kota negara lain mau memberikan kepastian rasa aman pada penggunanya hingga si pengguna yakin aman. Tidak seperti Transjakarta hingga saat ini tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Ditambah lagi, hingga saat ini manajemen layanan Transjakarta sangat buruk kontrol perawatannya. Buruknya perawatan manajemen itu ditandai dengan selalu adanya armada Transjakarta yang mogok alami kerusakan hingga terbakar saat beroperasi di jalan raya.

Untuk itu sudah seharusnya menejemen PT Transjakarta sebagai Pengelola Transjakarta mengevaluasi dan memperbaiki pilihan tekhnologi armadanya dan manajemen layanannya agar ada kepastian perlindungan rasa aman bagi pengguna Transjakarta. Perbaikan ini harus dan tidak bisa ditunda lagi. (Azas Tigor Nainggolan)

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.