Pimpro Gorong-gorong Sudirman Resmi Jadi Tersangka

By on December 7, 2011. Posted in .

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto mengaku telah menetapkan pemimpin proyek dari PT Idee Murni Pratama sebagai tersangka. Pemimpin proyek terbukti lalai. Ia dijerat Pasal 274 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. “Di pasal itu disebutkan, setiap penyelenggara jalan karena kelalaiannya mengakibatkan pengendara mengalami kecelakaan akan dikenakan sanksi pidana dan denda. “Pimpronya sudah jadi tersangka,” kata Sudarmanto, Selasa (6/12).

Menurut Sudarmanto tersangka dianggap lalai karena tidak menyediakan peringatan adanya proyek, seperti lampu pada malam hari, jalan harus ditutup jika tidak digali, dan tidak boleh mengerjakan proyek pada siang hari. “Di situ mereka tidak melaksanakannya. Jalanan pun tidak ditutup sehingga membahayakan pengguna jalan,” kata Sudarmanto.

Akibat kelalaian itu, seorang pengendara motor bernama Prasetyo Tri Harijanto (58) menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas pada 24 Oktober lalu. Prasetyo terjatuh setelah terkena papan pembatas proyek gorong-gorong. Ia juga terseret oleh sebuah bus kopaja.

Peristiwa itu bermula ketika Prasetyo berencana bertemu kliennya di wilayah Jakarta Selatan. Saat melintas di depan Bursa Efek Indonesia sekitar pukul 10.00, tiba-tiba papan pembatas proyek berukuran 1,5 m x 2 meter roboh. Papan itu menimpa sepeda motor yang kemudian menimpa badan Prasetyo.

Saat Prasetyo terjatuh, ternyata bus kopaja yang melintas di dekatnya menyeret papan beserta motor dan tubuh Prasetyo hingga sejauh 3 meter. Akibat kecelakaan ini, sepeda motor Honda CB bernomor polisi AG 6845 milik Prasetyo rusak. Tempurung lutut Prasetyo bergeser dari posisi awal sehingga membuatnya tidak bisa berjalan selama seminggu. Ia juga mengalami lecet di beberapa bagian tubuh.

Bahkan, Selasa (6/12) proyek gorong-gorong kembali memakan korban. Seorang pemotor yang tengah melintas terperosok ke lubang galian gorong-gorong berisikan box culvert tepat di depan gedung Sequist Life, Jl Jenderal Sudirman.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa ini bermula saat sebuah taksi Gamya bernopol B 1546 TTA menabrak pembatas proyek pengerjaan gorong-gorong yang terbuat dari triplek. Naasnya lagi, taksi itu juga menyenggol pengendara motor yang berada di samping taksi tersebut. Tak ayal, si pemotor itu kemudian terperosok jatuh ke dalam lubang galian.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.40.Taksi itu menabrak pagar pembatas serta pengendara sepeda motor. Pengendara sepeda motor pun akhirnya terperosok ke dalam lubang galian ini,” ujar Deni Setiawan, saksi mata kejadian tersebut, Selasa (6/12).

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.