Presiden Didesak Tolak RUU Pertembakauan

By on February 24, 2017. Posted in .

655-rokok_smokersnews-718x452JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof dr Hasbullah Thabrany mengatakan, sebagai salah satu negara dengan jumlah perokok yang tinggi, Indonesia mengimpor tembakau untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rokok.

“Indonesia sampai 60 persen impor tembakau. Bukan dari Indonesia sendiri, tapi dari Tiongkok, Amerika dan Brazil. 2012, Indonesia impor 72 persen dan hanya 28 persen yang bisa dipenuhi oleh petani kita,” ujar dr Hasbullah usai melakukan Forum Group Discussion (FGD) penolakan Rencana Undang-undang (RUU) Pertembakauan, Senin (20/2/2017).

Dikatakan dr Hasbullah, Indonesia juga perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp3 triliun untuk membeli tembakau dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rokok. Sementara keuntungan yang didapat oleh negara sumber penyedia tembakau dapat mencapai lebih dari Rp30 triliun.

Karena itu, dr Hasbullah bersama 17 organisasi kesehatan mendesak Presiden Joko Widodo untuk menolak RUU Pertembakauan yang telah diajukan pertengahan Januari lalu dan akan di putuskan 60 hari setelahnya yakni sekitar Maret 2017.

“Kalau predisen konsisten menolak, kami mendukung. Kalau presiden tidak menolak berarti memudahkan membunuh rakyat. Buat masyarakat jadi pencandu bahkan pakai narkoba dan menghancurkan masa depan bangsa,” jelas dr Hasbullah.

Dr Hasbullah juga mengatakan, mungkin rokok akan menguntungkan dalam segi ekonomi bagi pelaku industri, namun dalam jangka panjang akan mengancam masa depan Indonesia, salah satunya melalui generasi muda dan membuat jalan lurus menciptakan narkoba merajalela.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan membiarkan petani tembakau berproduksi bukan merupakan salah satu upaya melestarikan tembakau sebagai budaya.

“Tidak bisa dibantah, tembakau bahaya bagi kesehatan. Kita juga ada budaya korupsi, apa harus dilestarikan?, yang dilestarikan jelas yang bagus-bagus, jangan semua,” jelas dr Hasibullah.

“Kalau mau melindungi petani, kenapa petani beras tidak? Dan kenapa tidak ada UU perberasan yang tidak memperbolehkan impor beras. Maka kami menolak keras, kalau ada urusan politik kami tidak tahu,” tambah dr Hasibullah.

 

Sumber: http://www.netralnews.com/news/kesehatan/read/56966/presiden.didesak.tolak.ruu.pertembakauan#.WK46bxd-dxI.twitter

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.