Rapot Merah Program Anies-Sandi Jakarta. Jakarta Harus Berbenah!

No. Reg Rilis 004/RLS/I/2019

Rapot Merah Program Anies-Sandi Jakarta. Jakarta Harus Berbenah!

Siapa tak kenal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menjabat sejak tahun 2017 silam, Mantan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Rl, Kini Anies sapaan akrab Anies Baswedan ditinggal pasangannya Sandiaga Uno. Anies dan Sandi yang  memiliki jargon “Maju Kotanya, Bahagia Warganya” saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 2017. Ternyata Anies tidak mulus dalam merealisasikan janji-janjinya. Keberhasilan dalam pembangunan memang penting bagi seorang kepala daerah, tidak terkecuali bagi Anies Rasyid Baswedan. Kemunduran dan kegagalan yang terasa langsung sendiri adalah upaya membangun kualitas pelayanan publik yang baik bagi warganya. Pelayanan publik yang terasa saat ini masih jauh dari  janji-janji yang disampaikan.

Berbanding terbalik dengan kenyataan, Anies terasa semakin pintar memainkan kata dengan menyanjung keberhasilannya-keberhasilan palsu saat acara reuni 212 di Taman Monas, Jakarta Pusat. Anies yang hadir  saat itu bercerita, tentang keberhasilannya membangun kota Jakarta, seperti keberhasilannya menutup beberapa tempat maksiat seperti Hotel Alexis, Jakarta Utara, membangun proyek rumah DP Rp.0 (Nol) serta penutupan beberapa pulau reklamasi menolak reklamasi.

Solusi penyelesaian OK Otrip yang sebelumnya menjadi program Anies-Sandi dalam bidang transportasi massal terintegrasi saat ini belum bisa terealisasi. Bahkan saat ini berganti nama menjadi JakLingko. JakLingko sebagai alat pembayaran untuk layanan transportasi massal yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta digadang-gadang menjadi solusi nyata pengganti Ok Otrip. Kartu JakLingko hanya bisa digunakan untuk layanan Transjakarta serta angkot atau bus yang menjadi feeder (pengumpan). Masyarakat yang hendak menggunakan transportasi umum harus memiliki kartu JakLingko dengn membeli kartunya seharga Rp 10.000 dengan isi kosong.

Penerbitan kartu JakLingko dinilai terlalu menyulitkan karena sebelumnya selama ini sudah ada kartu Transjakarta atau uang elektronik (e-money, flazz, brizzi) yang digunakan untuk membayar layanan Transjakarta. Pertanyaan mendasarnya, Mengapa konsumen harus dirugikan dengan membeli kartu baru lagi, JakLingko? Mengapa pemerintah tidak melakukan penyelarasan sistem kartu pembayaran elektronik yang sudah ada saja yang digunakan untuk layanan transportasi Jakarta JakLingko? Pemberlakuan sistem tiketing(ticketing) untuk moda Transportasi Commuter Line Jabodetabek, MRT dan LRT. Ketiga moda yang dikelola oleh BUMN bisa menggunakan uang elektronik (e-money)  yang sudah ada dan sudah digunakan diCommuter Line Jabodetabek dan Transjakarta maupun membayar Tol. Jadi penerbitan JakLingko mulai dipertanyakan serta dianggap tidak efektif.

Program KJP ++ (Kertu Jakarta Pintar Plus-Plus) yang menjadi salah satu program andalan Anies-Sandi juga menuai banyak kritik dari masyarakat DKI Jakarta. Terkait Program dengan yang sama dengan pemerintahan Gubernur Sebelumnya sampai pada permasalahan pada implementasi di masyarakat. Masalah yang muncul antara lain dengan Tidak tepat sasaran sampai pada tidak adanya check and belance dalam penerapan KJP sangat merugikan masyarakat miskin dalam mengakses bantuan pemerintah dalam hal pendidikan.

Dalam catatan awal tahun 2019, Forum Warga Kota Jakarta(FAKTA) masih banyak sekali catatan kinerja yang tidak optimal hingga bernilai buruk atas kinerja program Anies sepanjang tahun 2018 lalu. Dilihat Penilaian atau sikap kritis warga DKI Jakarta sebagai indikator kinerja Anies, tingkat standar Pelayanan publik dipada kelurahan mengalami penurunan kualitas. Indikatornya dilihat dari semakin lamanya masyarakat mengurus administrasi di tingkat kelurahan sangat dirasakan masyarakat dibandingkan dengan tahun 2016.

Catatan Awal Tahun Jakarta 2019 ini, merupakan upaya memberikan kritik serta saran atas kinerja pemerintah DKI Jakarta yang FAKTA catat sebagai suara warga Jakarta. FAKTA Berharap agar Catatan Awal Tahun Jakarta 2019 ini bisa menjadi refrensi atau saran perbaikan pembangunan pelayanan publik dari Jakarta. Penyajian Kritik ini diharapkan bukan menjadi senjata melemahkan kinerja tetapi untuk membangun kehidupan manusiawi warga Jakarta.

 

Jakarta, 10 Januari 2018

Azas Tigor Nainggolan, S.H., M.Si., M.H.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta

Print Friendly, PDF & Email