Revitalisasi Kereta Api Jabodetabek

By on February 10, 2011. Posted in .

keretapi2Masih kurang baiknya layanan angkutan umum inilah juga merupakan salah satu pendorong atau penyebab terjadinya kemacetan luar biasa di Jakarta selama sekitar 15 tahun ini. Warga terpaksa sangat banyak yang akhirnya memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi untuk melakukan mobilitasnya. Perlu diketahui sekarang ini kendaraan di Jakarta hingga Desember 2010 jumlahnya sekitar 9 juta unit sepeda motor, 3 juta unit mobil pribadi dan hanya 63.000 unit kendaraan umum.

Kemacetan lalu lintas telah menjadi masalah serius di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Tingginya frekuensi dan volume perjalanan dengan kendaraan bermotor melebihi daya dukung jalan sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Bagi warga yang tidak memiliki pilihan atau alternatif untuk melakukan mobilitasnya atau perjalanannya terpaksa menggunakan angkutan umum yang kondisinya kurang baik tersebut. Salah satu angkutan umum ?terfavorit? bagi warga Jakarta dan utamanya warga kota sekitar Jakarta yang bekerja di Jakarta adalah angkutan kereta api Jabotabek. Ada sekitar 2 juta penumpang diangkut oleh Kereta Jabotabek ke Jakarta setiap harinya. Pemandangan mengenaskan dan mengerikan pelayanan kereta api Jabotabek sudah sering kita kritik dan saksikan selama ini. Namun apa mau dikata terlihat seakan pemerintah tidak mampu untuk (mau) melakukan perbaikan atau revitalisasi guna melayani pemenuhan hak warganya agar bisa bermobilitas secara aman dan nyaman. Lihat saja setiap hari warga berdesakan, bergantungan hingga naik ke kereta api Jabotabek agar bisa cepat tiba di tempat kerja atau pulang ke rumah.

Jika kondisi ini dikritik, selalu saja tarif yang murah dan ketiadaan anggaran menjadi kambing hitamnya buruknya layanan kereta api Jabotabek. Bisa dibayangkan jika dikemudian hari warga pengguna kereta api Jabotabek ini ini semua akhirnya beralih dan pindah menggunakan kendaran pribadi setidaknya sepeda motor? Jadilah Jakarta menjadi kota kolam sepeda motor yang semrawut dan macetnya menjadi luar biasa. Beberapa konsep manajemen lalu lintas sudah diterapkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, namun belum memberikan hasil yang nyata. Bahkan kemacetan lalu lintas semakin hari tampak semakin parah. Telah banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan lalu lintas, tidak hanya kerugian secara fisik (materi), namun juga psikis.? Kerugian besar itu menurut pakar lingkungan Fakultas Tehnik Universitas Indonesia Dr Firdaus Ali MSc pada tahun 2009 meliputi kerugian akibat bahan bakar, kerugian waktu produktif warga, kerugian pemilik angkutan umum, dan kerugian kesehatan.Angka kerugian terbesar ada pada? kerugian bahan bakar sekitar Rp10,7 trilun per tahun. Kerugian bahan bakar itu dihitung dari banyaknya BBM terbuang akibat kendaraan terjebak kemacetan. Selanjutnya kerugian yang terjadi adalah berbentuk kerugian waktu produktif warga yang terjebak macet sekitar Rp9,7 triliun per tahun. Bentuk? kerugian berikutnya terdapat di sektor kesehatan yaitu sebanyak Rp5,8 triliun per stres atau polusi asap yang terhirup oleh warga Jakarta saat menggunakan jalan. Akibat kemacetan ini juga pemilik angkutan umum menderita kerugian sekitar Rp1,9 triliun per tahun karena berkurangnya jumlah rit operasi armadanya karena macet.

Bahkan kemacetan lalu lintas telah berimbas negatif terhadap kinerja dan citra Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia.? Pelayanan angkutan umum harus ditingkatkan. Sudah saat dan harus dimulai sekarang juga memberikan Kota Jakarta angkutan umum massal dengan kriteria:

? Memiliki kapasitas angkut besar
? Dapat menjadi pilihan masyarakat sehingga akan mengalihkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi
? Dapat dilaksanakan segera dengan biaya terjangkau dan mengoptimalkan sarana prasarana yang ada
? Ramah lingkungan (berkelanjutan)

Berdasarkan audiensi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dengan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat pada tanggal 21 September 2010; dan audiensi DTKJ dengan Gubernur DKI Jakarta tanggal 27 Oktober 2010 diperoleh kesepakatan bahwa dibutuhkan suatu langkah strategis dan terpadu untuk mengatasi (mengurangi) kemacetan lalu lintas di Provinsi DKI Jakarta, yaitu melakukan Integrasi Angkutan Umum Berbasis Rel. Sebagai tahap awal menjadikan rute KRL Serpong-Sudirman (Serpong line) sebagai pilot project.

Penanganan masalah kemacetan Jakarta dan perbaikan pelayanan angkutan umum di Jakarta tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah Jakarta saja. Penanganan dan pengelolaan pemecahan masalah kemacetan serta revitalisasi angkutan umum yang berbasik jalan raya serta berbasis rel (kereta api) melibatkan berbagai unsur. Begitu pula dengan gagasan untuk melakukan revitalisasi angkutan umum berbasis rel seperti kereta api Jabotabek ini haruslah melibat banyak pihak yang berkepentingan. Atas dasar itu harus dilakukan koordinasi berbagai unsur terkait untuk implementasi integrasi angkutan umum berbasis rel dengan rute KRL Serpong-Sudirman (Serpong line) sebagai pilot project.

Berdasarkan keinginan dan pemikiran inilah kami, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) akan terus mendorong dan menindak lanjutinya prakarsa ini dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah dengan melakukan acara temu unsur dengan format roundtable discussion tentang Implementasi Integrasi Angkutan Umum Berbasis Rel dengan Pilot Project Serpong Line. Termasuk juga di lain kesempatan kami DTKJ akan melakukan Temu Unsur dengan para pengguna setia Kereta Api yang merupakan subyek utama gagasan ini revitalisasi angkutan berbasis rel ini.

Melalui acara yang mempertemukan unsur-unsur terkait Pengelolaan Angkutan Umum Berbasis Rel diharapkan terbangun pikiran guna menyelaraskan pemahaman tentang Integrasi Angkutan Umum Berbasis Rel Pilot Project Serpong Line. Selanjutnya diharapkan juga terbangun kesepakatan bersama langkah-langkah konkret implementasi Integrasi Angkutan Umum Berbasis Rel Pilot Project Serpong Line. Untuk itu kami DTKJ mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu memberikan masukan dan gagasan serta dukungan atas terselenggaranya acara Temu Unsur ini.

{xtypo_sticky}Jakarta, 10 Februari 2011
Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta)
Advokat Publik bagi Warga Miskin di Jakarta
azastigor@yahoo.com
Kontak: 08159977041 {/xtypo_sticky}

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.