Ricuh Saat Penertiban, Kadishub DKI Jakarta Buang Badan Dan Kinerjanya Diminta Dievaluasi

abadikini.com, JAKARTA– Penertiban yang dilaksanakan Sudin Perhubungan Kota Jakarta Pusat bersama tim gabungan aparat di Jalan Paseban Raya Jakarta Pusat pada Senin (18/12/2017) sore, menimbulkan kericuhan antara pemilik kendaraan dengan petugas.

Pasalnya, Sejumlah kendaraan di bahu jalan langsung di eksekusi tanpa pandang bulu, sehingga terjadi saling adu mulut antara pemilik kendaraan dengan petugas.

Kadishub DKI Jakarta Andriyansah menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan sudah sesuai ketentuan.

“Prinsip kita melakukan penindakan sesuai ketentuan, Kalaupun ada warga yang kurang berkenan itu hak warga untuk melakukan keberatan” ujar Andi Yansah saat dihubungi oleh abadikini.com pada Kamis (18/12/2017) Malam.

Dirinya mengaku tidak tahu kejadian sebenarnya dan meminta pihak yang terkait untuk konfirmasi ke Sudin Pusat.

“Saya juga kan gak tau kejadian sebenarnya di lapangan, silahkan konfirmasi ke sudin pusat, tetapi seperti yang sudah saya sampaikan di depan bahwa saya tidak henti-hentinya untuk mengingatkan anggota dalam melaksanakan penindakan sesuai dengan ketentuan” katanya

Selain itu, Dirinya juga mengaku sudah menyampaikan kepada anggota-anggotanya dalam melaksanakan penindakan.

“Karena penindakan yang kami lakukan rawan komplain dari masyarakat, walaupun pada umumnya penindakan yang kita lakukan juga karena adanya keluhan masyarakat” katanya lagi

Terkait dengan korban yang diangkut mobilnya, Kadishub DKI Jakarta memberikan instruksi untuk memenuhi aturan yang berlaku.

“Silahkan saja memenuhi aturan yg berlaku atau silahkan konfirmasi dengan sudin pusat agar mendapat informasi yg seimbang” tukas Andri

Sementara itu, Ketua Forum Dewan Kota DKI Jakarta Ferry Iswan secara tegas mengatakan untuk meminta Gubernur DKI Anies Baswedan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas DKI Jakarta dan Kasudin Dishub Jakarta Pusat.

“kami minta Gubernur DKI Anies untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas DKI Jakarta dan Kasudin Dishub Jakarta Pusat untuk diganti saja, Mereka itu tak mengerti etika dan tata cara menjalankan razia mana yang harus memenuhi pelanggaran, mobil itu bukan parkir tapi tamu kebetulan depan rumah kami” katanya

Selain itu, Ferry Iswan akan melakukan perlawanan dan akan melakukan aksi bersama dengan para aktivis untuk persoalan ini.

“Kami akan lalukan aksi bersama para aktivis jika persoalan ini mereka tidak koperatif atau mobil kami tak kembali. Kami menduga derek itu ada denda artinya dishub saat razia seperti ngamen nunggu orang bayar hasil sitaan” ujarnya

“Apakah itu masuk Kasda jelas tidak, tanda terima sitaan mobil saja tidak dibuat berita acara jadi siapa yang bertanggung jawab jika pemilik mobil hilang atau rusak saat disita” ujarnya lagi.

(ak.beng)

Print Friendly, PDF & Email