Sampah, Pekerjaan Rumah yang Belum Terselesaikan

By on December 7, 2012. Posted in .

Rata-rata 6.500 ton sampah dibuang warga Jakarta setiap hari. Hanya 88 persen yang bisa ditangani, sementara sisanya 12 persen atau sekitar 800 ton jadi sampah yang berserakan. Bisa dilihat satu di antaranya di pintu air Manggarai. Di sana setiap hari menumpuk puluhan meter kubik sampah.

“Untuk normalnya 30 kubik. Paling banyak ditemui sampah-sampah limbah rumah tangga,” kata Adi Widodo, penjaga pintu air Manggarai.

Sungai menjadi salah satu tempat favorit warga untuk membuang sampah. Segala jenis sampah dapat dijumpai di sejumlah sungai di Jakarta. Dinas Pekerjaan Umum DKI pun mencatat, 6 persen dari seluruh sampah warga Jakarta masuk selokan dan sungai.

“Karena yang buang sampah di kali ini sangat banyak kalau untuk di Jakarta ini. Memang yang kita hadapi sekarang ini suatu mindset bahwa masyarakat masih menganggap saluran atau pun kali adalah bagian belakang dari rumahnya,” kata Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo.

Budaya buang sampah sembarangan pun tak terbatas dilakukan warga pinggir kali. Titi, warga Jakarta menuturkan pengalamannya pernah melihat pengendara mobil buang sampah di kali. Begitu pula Hendra.

“Sering melihat orang buang sampah sembarangan. Dari rumah ke luar terus buang sampah sembarangan, kadang ada orang makan di mobil buang sembarangan,” kata Hendra.

Penanganan Sampah
Diselimuti kondisi seperti ini, hendaknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menyerah. Perbaikan teknologi pengolah sampah masih bisa dilakukan. Dinas Kebersihan DKI juga punya sejumlah rencana. Saat ini sudah ada satu tempat pengolah sampah metode daur ulang di kawasan Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bila dana memungkinkan, tujuh sistem sejenis akan dibangun dalam beberapa tahun ke depan. Targetnya pada 2020, seluruh sampah Jakarta tertangani.

“Yang berkaitan dengan sampah itu kan masalah kultur juga. Nah ini yang mesti kita coba untuk dibenahi,” ucap Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin.

Wakil Ketua Forum Warga Kota Jakarta Tubagus Haryo Karbyanto pun mengimbau semua pihak, hendaknya saling bantu membersihkan sampah. Ini mengingat kebersihan itu dapat memberikan kenyamanan banyak orang.

“Sampah pun bisa menjadi indikator kemajuan sebuah kota. Ketika ada sebuah kota tidak mampu menangani sampahnya maka kekotaan dari kota itu masih bisa dipertanyakan,” imbuh Haryo

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.