Sapta Indonesia: Kawasan Tanpa Merokok Harus Tetap Eksis

By on February 26, 2012. Posted in .

?Pihak-pihak yang mengajukan adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dengan keberadaan kawasan tanpa merokok itu sendiri,? ungkap Azas Tigor Naingolan S.H., Msi,? Jakarta, Sabtu (4/2).

Dalam pasal 115 ayat (1) UU Kesehatan mengatur kawasan tanpa rokok antara lain: fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum serta tempat lain yang ditetapkan. Sedangkan, pada ayat (2) menyatakan Pemda wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya ?

Pada bagian penjelasan pasal 115 ayat (1) bahwa khusus tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya dapat menyediakan tempat khusu untuk merokok. Pada ayat (2) Pemda dalam penetapkan kawasan tanpa rokok harus mempertimbangkan? seluruh aspek secara holistik

Azar menjelaskan pihak-pihak yang menggugat adalah pelajar karena mereka punya kepentingan agar di sekolahnya bebas asap rokok, dokter yang mewakili kepentingan kawasan pelayanan kesehatan, mahasiswa yang mewakili kawasan pendidikan, ulama yang mewakili kawasan tempat ibadah, dan pengemudi yang mewakili angkutan umum.

Adapun yang ingin diperjuangkan oleh Sapta Indonesia dengan mengajukan permohonan uji materil ini agar aturan tersebut tetap diberlakukan. ?Kita mempunyai kepentingan agar pengaturan kawasan tanpa merokok tetap eksis,? terang Azas.

Azas menambahkan kalau sekarang saja ada orang yang merokok kita sering pusing, apalagi kalau ketentuannya dihapus akan lebih berbahaya lagi.

Oleh sebab itu Azas berharap kawasan tanpa merokok tetap diatur, kawasannya harus steril, dan tidak boleh ada lagi ruangan untuk merokok. ?Jadi kalau ingin merokok ya, di ruangan terbuka,? pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.