Soal PKL Tanah Abang, Anies: Bukan Penertiban atau Diusir, tapi Difasilitasi

JAKARTA, NNC – Dalam konsep penataan kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, para pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya berjualan di pinggir jalan atau trotoar, akan dipindahkan ke salah satu sisi Jalan Jati Baru di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang.

Jalan Jati Baru ini nantinya ditutup, dan Pemprov DKI menyediakan 400 lapak bagi para PKL, yang terbagi atas tenda dagangan kuliner sebanyak 115 buah dan tenda dagangan nonkuliner sebanyak 265 buah.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, apa yang dilakukan Pemprov DKI ini adalah memfasilitasi sehingga PKL ini tetap bisa berjualan, dan bukan penertiban atau pengusiran.

“Kita tidak melakukan dalam tanda kutip penertiban. Yang dilakukan adalah difasilitasi, sehingga PKL bisa tetap berdagang. Lain dengan ditertibkan, diusir, ‘Sudah silakan cari tempat lain,’ juga tidak ada yang dikasih tempat,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi mengungkapkan, para PKL sudah mengetahui soal penataan ini, karena pihaknya sudah tiga kali ke lapangan untuk mensosialisasikan rencana ini, sekaligus mendata dan memverifikasi para PKL.

“Kita sudah tiga kali melakukan sosialisasi dan mereka sudah kita minta KTP-nya untuk berdagang, dan kita sudah minta nama untuk name tag-nya. Mereka sudah tahu bahwa mereka akan ditempatkan (di lokasi yang baru),” ujarnya.

Irwandi juga menegaskan, jika tenda yang disiapkan pemprov untuk PKL, akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis. “Tenda kita berikan gratis kepada masing-masing pedagang,” tandasnya.

Untuk diketahui, penataan kawasan Tanah Abang dimulai Jumat (22/12/2017) besok. Selain menutup jalan dan memindahkan PKL, Pemprov DKI juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Ini merupakan penataan tahap pertama, sampai mengunggu pembangunan kawasan Tanah Abang sebagai Transit Oriented Development (TOD) sebagai tahap kedua.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro

Print Friendly, PDF & Email