Stasiun Bogor Tanpa Asap Rokok

By on March 15, 2012. Posted in .

Pada baliho itu juga ada bidang kosong untuk ditandatangani siapa saja yang menyatakan dukungannya.

Sejumlah komentar ditulis oleh para pemberi tanda tangan yang intinya sangat mendukung lingkungan stasiun dan dalam kereta terbebas dari asap rokok. ?Kalau makan tidak mau diracun, kalau minum tidak mau diracun, mengapa yang paling penting, napas (udara) diracun,? demikian salah satu komentar yang ditulis seorang pengguna KRL.

Kepala Stasiun Besar Bogor Enan Sulaeman menjelaskan, sebelum pencanangan lingkungan stasiunnya bebas dari asap rokok sudah dilakukan sosialisasinya sejak 1 Maret lalu. ?Kegiatan ini juga untuk mendukung diterapkannya Perda Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok,? katanya.

Ia menambahkan, ada atau tidaknya Perda itu pihaknya memang sangat setuju kawasan stasiun bebas dari asap rokok. Ia tidak melarang orang berjualan atau mengisap rokok. Yang penting, ketika seseorang merokok harus tahu aturan.

?Jangan sembarangan merokok, apalagi kalau ada orang lain. Asap rokok itu berpotensi menimbulkan penyakit, jadi kalau merokok, asapnya telan saja sendiri. Jangan bagi-bagi penyakit akibat asap pada orang lain,? katanya.

Kepala Stasiun Pondok Cina Taufik, yang hadir pada acara tersebut, mengatakan, di stasiunya juga sudah dilakukan larangan merokok di lingkungan stasiun sejak enam bulan lalu. ?Pengalaman kami, memang agak susah menyadarkan masyarakat untuk tidak merokok sembarangan. Harus ada teknik agar yang kami ingatkan tidak malah mempermainkan peraturan itu,? katanya.

Acara pencanangan tadi pagi, antara lain, dihadiri perwakilan dari Polres Kota Bogor, DLLAJ Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Bogor. Deputi I PT KAI Arief Hariyadi dan Kepala Humas PT KA Mateta Rijalulhaq.

Print Friendly, PDF & Email