Tahun Ini, Jokowi Relokasi Warga Bukit Duri dan Kampung Pulo

Warga membawa barang dari Pasar Bukit Duri Tanjakan menyeberangi Kali Ciliwung dari Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan menuju Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013). Ketinggian air banjir bervariasi dari 30 sentimeter hingga 2,5 meter. Banjir yang mulai pukul 02.30 WIB tersebut merendam ratusan rumah di bantaran Kali Ciliwung.Warga membawa barang dari Pasar Bukit Duri Tanjakan menyeberangi Kali Ciliwung dari Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan menuju Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013). Ketinggian air banjir bervariasi dari 30 sentimeter hingga 2,5 meter. Banjir yang mulai pukul 02.30 WIB tersebut merendam ratusan rumah di bantaran Kali Ciliwung.

Warga membawa barang dari Pasar Bukit Duri Tanjakan menyeberangi Kali Ciliwung dari Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan menuju Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013). Ketinggian air banjir bervariasi dari 30 sentimeter hingga 2,5 meter. Banjir yang mulai pukul 02.30 WIB tersebut merendam ratusan rumah di bantaran Kali Ciliwung.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan relokasi warga bantaran Sungai Ciliwung, khususnya di Bukit Duri dan Kampung Pulo, dilaksanakan tahun 2014. Proses relokasi warga bantaran sungai tersebut dilaksanakan bertahap.

“Kita mulai pindahkan tahun ini, tapi tetap satu per satu,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (21/1/2014) siang.

Menurut Jokowi, pola ganti rugi bagi warga tersebut dilakukan dengan dua sistem. Untuk warga yang memiliki sertifikat atas lahannya, ganti rugi akan dibayar sesuai harga lahan. Adapun untuk yang tidak bersertifikat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan rumah susun.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Bangunan Pemerintah DKI Jakarta Yonathan Pasodung mengatakan bahwa untuk tahap pertama, pihaknya akan memindahkan 100 kepala keluarga terlebih dahulu. Adapun rusun yang telah siap digunakan untuk relokasi warga adalah rumah susun sewa sederhana Cipinang Besar Selatan.

“Untuk sementara, baru 100 (rusun) yang tersedia. Nanti sisanya bisa menempati rusunawa Jatinegara Barat dan Pulogebang,” ujarnya.

Ada empat kelurahan di bantaran Sungai Ciliwung yang warganya akan direlokasi, yakni Kampung Melayu, Kebon Manggis, Bukit Duri, dan Manggarai. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan masih menginventarisasi proses pembebasan lahan. Lahan yang terkena relokasi seluas 4,8 kilometer di ruas empat kelurahan itu dan 7,5 meter di setiap sisi sungai. Total jumlah warga bantaran yang akan direlokasi sebanyak 6.790 kepala keluarga.

Print Friendly, PDF & Email