Terminal AKAP Lebak Bulus Resmi Ditutup

Karyawan perusahaan otobus berunjuk rasa dengan menutup jalan di depan Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2014) pagi. Lalu lintas menjadi macet akibat penutupan ini.

Karyawan perusahaan otobus berunjuk rasa dengan menutup jalan di depan Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2014) pagi. Lalu lintas menjadi macet akibat penutupan ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, Terminal Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, resmi ditutup pada 18 Januari 2014. Dengan demikian, pembangunan dipo mass rapid transit atau MRT dapat dilanjutkan kembali.

“Ini langkah awal untuk menuju pada sebuah sistem transportasi yang terintegrasi di wilayah Jakarta,” ujar Pristono melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (21/1/2014).

Pristono mengklaim, selama perpanjangan waktu penutupan terminal, Dishub DKI telah melakukan sosialisasi kepada calon penumpang, karyawan perusahaan otobus, pedagang kaki lima, hingga pekerja nonformal yang lain. Sosialisasi berjalan lancar tanpa ada kendala yang signifikan.

“Jika masih bandel, ada bus yang berhenti di sana, kita terapkan law enforcement. Tidak pandang bulu lagi kita,” kata Pristono.

Aktivitas bus AKAP telah dialihkan ke Terminal Pulogadung dan Kampung Rambutan di Jakarta Timur serta Terminal Kalideres, Jakarta Selatan. Penutupan Terminal AKAP Lebak Bulus ini sempat ditolak oleh warga yang mencari nafkah di terminal tersebut.

Print Friendly, PDF & Email