Transportasi, Keamanan, dan Fasilitas Pejalan Kaki di Jakarta Buruk

JAKARTA, KompasProperti РIkatan Ahli Perencanaan (IAP) telah menyurvei kota-kota untuk mengetahui mana yang paling nyaman untuk dihuni.

Berdasarkan survei bertajuk Most Liveable City Index 2017 yang dilakukan terhadap Jakarta, aspek dengan penilaian paling buruk adalah transportasi, keamanan kota, dan fasilitas pejalan kaki.

Selain itu, aspek yang juga dinilai buruk adalah fasilitas kesenian dan budaya serta informasi pembangunan dan partisipasi masyarakat.

“Aspek yang menjadi sorotan adalah transportasi karena nilainya paling rendah. Ini juga membenarkan anggapan bahwa kemacetan masih jadi momok,” ujar Ketua Kompartemen Livable City Elkana Catur dalam sebuah diskusi baru-baru ini di Jakarta.

Isu di bidang transportasi yang paling menjadi permasalahan, kata Catur, karena hanya 27 perjalanan di Jakarta yang menggunakan angkutan umum berdasarkan Survei Urban Transportation Integration .

Selebihnya, orang-orang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.

“Ini diperparah dengan adanya sejumlah pembangunan di Jakarta, seperti MRT dan LRT,” imbuh Catur.

Adapun dari segi pejalan kaki, lanjut dia, saat ini ada 1,4 juta komuter di Jakarta yang berasal dari kota satelit, yaitu Bodetabek.

Dari 7.000 kilometer ruas jalan baru 6 persennya yang dilengkapi trotoar. Sementara 80 persen dari yang sudah ada trotoar ini keadaannya tidak terawat.

Print Friendly, PDF & Email