Wika Tanggung Jawab Perbaiki Kerusakan

RMOL PT Wijaya Karya (Wika) Persero Tbk meminta maaf terkait insiden robohnya alat angkat beban (lifting test) berupa Portal Gantry Crane di sekitar area kerja pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Insiden ini menimpa sebuah ruko di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10). Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Puspita Anggraeni menyatakan, saat insiden terjadi, Wika yang merupakan kontraktor proyek LRT berencana melakukan Uji Angkat Beban di area Jalan Kelapa Nias Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara section 5B P150-P151.

Karena lokasi tersebut merupa­kan lokasi yang padat lalu lintas, diperlukan metode kerja khusus seperti penggunaan Portal Gan­try Crane untuk mempermudah rekayasa lalu lintas, sehingga aktivitas di area atau jalan terse­but dapat berjalan normal.

“Saat uji angkat beban, ada pergeseran yang menyebabkan Portal Gantry Crane roboh dan menyebabkan kerusakan di area kerja,” kata Puspita di Jakarta.

Terkait insiden tersebut, Wika juga merilis surat permohonan maafnya. Dalam keterangan tertulis, perusahaan konstruksi pelat merah itu sekaligus meng­konfirmasi tidak adanya korban jiwa yang secara langsung diaki­batkan kejadian ini sebagaimana berita yang beredar dalam Group WhatsApp/ Sosial Media.

“Wika segera berkonsolidasi dan melakukan evaluasi secara menyeluruh memperbaiki se­luruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan LRT Jakarta dan akan bertanggung jawab untuk perbaikan kerusa­kan,” tulis Managemen Wika.

Usai kejadian, tim lapangan Wika langsung melokalisir area terdampak untuk pengamanan termasuk penghuni yang ada di sekitar area tersebut serta mengevakuasi Portal Gantry Crane dan melakukan pemulihan dan perbaikan area terdampak dan sekitarnya.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Arif Fazzlurahman menambahkan, tidak ada korban jiwa, namun mengakibatkan kerugian secara materi. Untuk kerugian materi ini, Wika selaku pemegang proyek berjanji akan memberikan ganti rugi.

“Wika menyatakan bertang­gung jawab dan siap mengganti kerugian. Untuk jumlah kerugian dan penyebab masih didalami,” kata Kompol Arif.

Pengamat transportasi dari Fo­rum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengata­kan, proyek pembangunan sarana transportasi yang digarap pemerintah seharusnya diawasi ketat oleh pengawas independen.

“Dari pantauan kami, proyek-proyek, khususnya milik pemerintah kurang diawasi. Akibatnya banyak insiden kecelakaan yang terjadi, sebelumnya tanah di sekitar pembangunan tiang LRT di Cawang juga amblas. Kalau pengawasannya bagus, ini tidak terjadi,” kata Azas kepada Rakyat Merdeka.

Azas meminta setiap proyek transportasi milik pemerintah diawasi dan diaudit pengawas dan auditor independen agar pengawasannya maksimal.

“Ini penting karena menyang­kut kualitas pengerjaan dan nanti mempengaruhi keselamatan masyarakat. Fatal akibatnya ka­lau kecelakaan konstruksi terjadi saat LRT sudah beroperasi, bisa memakan korban jiwa makanya harus dihindari,” tegasnya.

Seperti diketahui, di media sosial tengah viral peristiwa ambruknya Portal Gantry Crane di Kelapa Gading. Dalam keterangan foto yang tersebar di med­sos, disebutkan kalau girder sudah diangkat setinggi kurang lebih 30 centimeter, tiba-tiba saja salah satu penopang portal gentry tidak kuat menahan beban yang ada, dan akhirnya ambruk menimpa ruko di lokasi tersebut.

Print Friendly, PDF & Email